click click

ikut momo jom

23 August 2010

momo terjumpa ini

Dearie,

There is no doubt rambut palsu is tempting and convenience. Tapi memakai rambut palsu has been straightly and clearly dilarang keras ALLAH.



I'm sorry for the long comment. May ALLAH bless us all and believe me my dear, you are my sister in Islam and I love you for the sake of HIM. May this Ramadan bring us guidance and make us stronger to be an obedience to ALLAH. There is no satisfaction in this world rather than pleasing Allah and Allah please with us. Do pray for me too.

Bukan seperti hukum-hukum lain yang punya pengecualian atau perselisihan pendapat i.e bonding, colouring untuk suami/mahram. Jika bonding, colour rambut dilarang di depan ajnabi, tetapi diharuskan untuk suami (selagi mana bahan itu halal/tidak halang wudu') pakai rambut palsu dilarang keras dalam hadis yang sangat jelas untuk luar malah untuk suami sekalipun.

This is not a light issues. When not covering your aurah is still inshALLAH, dalam pemeliharaan ALLAH jika ingin menutup aurah suatu hari nanti, menyambung rambut palsu is bigger than that. MashALLAh, seriously, dilaknat ALLAH.

kaum wanita diharamkan/dilarang menyambung rambut mereka dengan rambut tambahan(wig/sanggul, red) atau dengan benda lainnya yang menyerupai rambut. Berdasarkan dalil-dalil yang melarang hal tersebut. (“Hadits Asma binti Abu Bakar radiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya (dengan rambut palsu) dan wanita yang minta disambungkan rambutnya (Muttafaqun ‘alaihi)”

2- Perbuatan ini pun dilarang. Dalam hadis, perbuatan tersebut dinamakan al-waashilah. Menyambung rambut, baik dengan rambut asli, dengan benang sutera, ataupun dengan kain, semua itu termasuk waasilah, menyambung. Sabda Rasulullah s.a.w.:

"Allah telah melaknat perempuan yang memakai rambut palsu dan yang meminta dipakaikan rambut palsu, dan perempuan yang mencacah (membuat tatu) dan minta dicacah (ditatu)".

Hadis ini sangat jelas tidak perlu ditafsirkan lagi dan disampingnya, hadis-hadis sahih seperti itu banyak sekali. Dalam Al-Bukhari dan dari Siti Aisyah diriwayatkan ada perempuan yang sakit, kemudian rambutnya gugur (luruh). Orang-orang hendak memakaikan rambut palsu kepadanya, tetapi Rasulullah s.a.w. melarangnya.

Pada zaman Mu'awiyah ditemukan rambut palsu. Mu'awiyah kemudian berkata di atas mimbar: "Mana ulama-ulama kamu? Aku telah mendengar dari Rasulullah bahawa rambut palsu seperti inidilarang!". Kemudian dikatakannya bahawa bani Israil telah binasa tatkala perempuan-perempuan mereka mengenakan rambut palsu. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

3_ KECUALI, disebut bagi wanita yang mengalami kecatatan atau botak. Itu sahaja dimaafkan. Nabi (Shalallaahu `alaihi wasallam) yang telah membolehkan seorang lelaki yang mempunyai hidungnya terpotong dalam suatu pertempuran, untuk memakai hidung palsu emas. Keadaannya dapat lebih fleksibel berbanding itu. Yakni boleh juga meliputi permasalahan menjalani perawatan plastik (bedah plastik) untuk memperbaiki hidung yang kecil dan sebagainya. Bagaimanapun, proses mempercantik tidaklah sama halnya menghilangkan cacat.


p/s: Hadis di atas semua berstatus sangat kuat or sohih. Tarafnya selepas Alquran dan rujukan utama seperti AlQuran. Hukumnya berstatus QOTIE or putus dan sepakat.

momo belajar something today hee~

*kredit to www.hanabans.blogspot.com

0 comments:

Template by:

Free Blog Templates

Hak milik JUMPING MOMOCHAN